senior kir

Kamis, 14 Mei 2009 |




Selengkapnya...

politik

Sabtu, 02 Mei 2009 |

Politik
Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.

Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:
politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik, partisipasi politik, proses politik, dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik.


Teori politik merupakan kajian mengenai konsep penentuan tujuan politik, bagaimana mencapai tujuan tersebut serta segala konsekuensinya. Bahasan dalam Teori Politik antara lain adalah filsafat politik, konsep tentang sistem politik, negara, masyarakat, kedaulatan, kekuasaan, legitimasi, lembaga negara, perubahan sosial, pembangunan politik, perbandingan politik, dsb.

Terdapat banyak sekali sistem politik yang dikembangkan oleh negara negara di dunia antara lain: anarkisme,autoritarian, demokrasi, diktatorisme, fasisme, federalisme, feminisme, fundamentalisme keagamaan, globalisme, imperialisme, kapitalisme, komunisme, liberalisme, libertarianisme, marxisme, meritokrasi, monarki, nasionalisme, rasisme, sosialisme, theokrasi, totaliterisme, oligarki dsb.

Lembaga politik

Secara awam berarti suatu organisasi, tetapi lembaga bisa juga merupakan suatu kebiasaan atau perilaku yang terpola. Perkawinan adalah lembaga sosial, baik yang diakui oleh negara lewat KUA atau Catatan Sipil di Indonesia maupun yang diakui oleh masyarakat saja tanpa pengakuan negara. Dalam konteks ini suatu organisasi juga adalah suatu perilaku yang terpola dengan memberikan jabatan pada orang-orang tertentu untuk menjalankan fungsi tertentu demi pencapaian tujuan bersama, organisasi bisa formal maupun informal. Lembaga politik adalah perilaku politik yang terpola dalam bidang politik.

Pemilihan pejabat, yakni proses penentuan siapa yang akan menduduki jabatan tertentu dan kemudian menjalankan fungsi tertentu (sering sebagai pemimpin dalam suatu bidang/masyarakat tertentu) adalah lembaga demokrasi. Bukan lembaga pemilihan umumnya (atau sekarang KPU-nya) melainkan seluruh perilaku yang terpola dalam kita mencari dan menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin ataupun wakil kita untuk duduk di parlemen.

Persoalan utama dalam negara yang tengah melalui proses transisi menuju demokrasi seperti indonesia saat ini adalah pelembagaan demokrasi. Yaitu bagaimana menjadikan perilaku pengambilan keputusan untuk dan atas nama orang banyak bisa berjalan sesuai dengan norma-norma demokrasi, umumnya yang harus diatasi adalah merobah lembaga feodalistik (perilaku yang terpola secara feodal, bahwa ada kedudukan pasti bagi orang-orang berdasarkan kelahiran atau profesi sebagai bangsawan politik dan yang lain sebagai rakyat biasa) menjadi lembaga yang terbuka dan mencerminkan keinginan orang banyak untuk mendapatkan kesejahteraan.

Untuk melembagakan demokrasi diperlukan hukum dan perundang-undangan dan perangkat struktural yang akan terus mendorong terpolanya perilaku demokratis sampai bisa menjadi pandangan hidup. Karena diyakini bahwa dengan demikian kesejahteraan yang sesungguhnya baru bisa dicapai, saat tiap individu terlindungi hak-haknya bahkan dibantu oleh negara untuk bisa teraktualisasikan, saat tiap individu berhubungan dengan individu lain sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku.


Hubungan Internasional

Dalam bentuk klasiknya hubungan internasional adalah hubungan antar negara, namun dalam perkembangan konsep ini bergeser untuk mencakup semua interaksi yang berlangsung lintas batas negara. Dalam bentuk klasiknya hubungan internasional diperankan hanya oleh para diplomat (dan mata-mata) selain tentara dalam medan peperangan. Sedangkan dalam konsep baru hubungan internasional, berbagai organisasi internasional, perusahaan, organisasi nirlaba, bahkan perorangan bisa menjadi aktor yang berperan penting dalam politik internasional.

Peran perusahaan multinasional seperti Monsanto dalam WTO (World Trade Organization/Organisasi Perdagangan Dunia) misalnya mungkin jauh lebih besar dari peran Republik Indonesia. Transparancy International laporan indeks persepsi korupsi-nya di Indonesia mempunyai pengaruh yang besar.

Persatuan Bangsa Bangsa atau PBB merupakan organisasi internasional terpenting, karena hampir seluruh negara di dunia menjadi anggotanya. Dalam periode perang dingin PBB harus mencerminkan realitas politik bipolar sehingga sering tidak bisa membuat keputusan efektif, setelah berakhirnya perang dingin dan realitas politik cenderung menjadi unipolar dengan Amerika Serikat sebagai kekuatan Hiper Power, PBB menjadi relatif lebih efektif untuk melegitimasi suatu tindakan internasional sebagai tindakan multilateral dan bukan tindakan unilateral atau sepihak. Upaya AS untuk mendapatkan dukungan atas inisiatifnya menyerbu Irak dengan melibatkan PBB, merupakan bukti diperlukannya legitimasi multilateralisme yang dilakukan lewat PBB.

Untuk mengatasi berbagai konflik bersenjata yang kerap meletus dengan cepat di berbagai belahan dunia misalnya, saat ini sudah ada usulan untuk membuat pasukan perdamaian dunia (peace keeping force) yang bersifat tetap dan berada di bawah komando PBB. Hal ini diharapkan bisa mempercepat reaksi PBB dalam mengatasi berbagai konflik bersenjata. Saat misalnya PBB telah memiliki semacam polisi tetap yang setiap saat bisa dikerahkan oleh Sekertaris Jendral PBB untuk beroperasi di daerah operasi PBB. Polisi PBB ini yang menjadi Civpol (Civilian Police/polisi sipil) pertama saat Timor Timur lepas dari Republik Indonesia.

Hubungan internasional telah bergeser jauh dari dunia eksklusif para diplomat dengan segala protokol dan keteraturannya, ke arah kerumitan dengan kemungkinan setiap orang bisa menjadi aktor dan mempengaruhi jalannya politik baik di tingkat global maupun lokal. Pada sisi lain juga terlihat kemungkinan munculnya pemerintahan dunia dalam bentuk PBB, yang mengarahkan pada keteraturan suatu negara (konfederasi?).

Masyarakat

adalah sekumpulan orang orang yang mendiami wilayah suatu negara.

Kekuasaan

Dalam teori politik menunjuk pada kemampuan untuk membuat orang lain melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya. Max Weber menuliskan adanya tiga sumber kekuasaan: pertama dari perundangundangan yakni kewenangan; kedua, dari kekerasan seperti penguasaan senjata; ketiga, dari karisma.

Negara

negara merupakan suatu kawasan teritorial yang didalamnya terdapat sejumlah penduduk yang mendiaminya, dan memiliki kedaulatan untuk menjalankan pemerintahan, dan keberadaannya diakui oleh negara lain. ketentuan yang tersebut diatas merupakan syarat berdirinya suatu negara menurut konferensi Montevideo pada tahun 1933

Mancanegara

Tokoh tokoh pemikir Ilmu Politik dari kalangan teoris klasik, modern maupun kontempoter antara lain adalah: Aristoteles, Adam Smith, Cicero, Friedrich Engels, Immanuel Kant, John Locke, Karl Marx, Lenin, Martin Luther, Max Weber, Nicolo Machiavelli, Rousseau, Samuel P Huntington, Thomas Hobbes, Antonio Gramsci, Harold Crouch, Douglas E Ramage.

Indonesia

Beberapa tokoh pemikir dan penulis materi Ilmu Politik dan Hubungan Internasional dari Indonesia adalah: Miriam Budiharjo, Salim Said dan Ramlan Surbakti.

Perilaku politik

Perilaku politik atau (Inggris:Politic Behaviour)adalah perilaku yang dilakukan oleh insan/individu atau kelompok guna memenuhi hak dan kewajibannya sebagai insan politik.Seorang individu/kelompok diwajibkan oleh negara untuk melakukan hak dan kewajibannya guna melakukan perilaku politik adapun yang dimaksud dengan perilaku politik contohnya adalah:
Melakukan pemilihan untuk memilih wakil rakyat / pemimpin
Mengikuti dan berhak menjadi insan politik yang mengikuti suatu partai politik atau parpol , mengikuti ormas atau organisasi masyarakat atau lsm lembaga swadaya masyarakat
Ikut serta dalam pesta politik
Ikut mengkritik atau menurunkan para pelaku politik yang berotoritas
Berhak untuk menjadi pimpinan politik
Berkewajiban untuk melakukan hak dan kewajibannya sebagai insan politik guna melakukan perilaku politik yang telah disusun secara baik oleh undang-undang dasar dan perundangan hukum yang berlaku Selengkapnya...

Global warming

Selasa, 28 April 2009 |

Global warming
(surya)

Global warming is the increase in the average temperature of the Earth's near-surface air and oceans since the mid-twentieth century and its projected continuation. Global surface temperature increased 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) during the last century.[1][A] The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) concludes that anthropogenic greenhouse gases are responsible for most of the observed temperature increase since the middle of the twentieth century,[1] and that natural phenomena such as solar variation and volcanoes probably had a small warming effect from pre-industrial times to 1950 and a small cooling effect afterward.[2][3] These basic conclusions have been endorsed by more than 40 scientific societies and academies of science,[B] including all of the national academies of science of the major industrialized countries.[4]
Climate model projections summarized in the latest IPCC report indicate that global surface temperature will probably rise a further 1.1 to 6.4 °C (2.0 to 11.5 °F) during the twenty-first century.[1] The uncertainty in this estimate arises from the use of models with differing climate sensitivity, and the use of differing estimates of future greenhouse gas emissions. Some other uncertainties include how warming and related changes will vary from region to region around the globe. Most studies focus on the period up to 2100. However, warming is expected to continue beyond 2100, even if emissions stop, because of the large heat capacity of the oceans and the long lifetime of carbon dioxide in the atmosphere.[5][6]
Increasing global temperature will cause sea levels to rise and will change the amount and pattern of precipitation, probably including expansion of subtropical deserts.[7] The continuing retreat of glaciers, permafrost and sea ice is expected, with the Arctic region being particularly affected. Other likely effects include shrinkage of the Amazon rainforest and Boreal forests, increases in the intensity of extreme weather events, species extinctions and changes in agricultural yields.
Political and public debate continues regarding the appropriate response to global warming. The available options are mitigation to reduce further emissions; adaptation to reduce the damage caused by warming; and, more speculatively, geoengineering to reverse global warming. Most national governments have signed and ratified the Kyoto Protocol aimed at reducing greenhouse gas emissions.
Selengkapnya...

MAKALAH (LAPORAN PENELITIAN GELOMBANG)

|

KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan tantang gelombang elektromagnetik ini dengan baik tanpa ada hambatan yang berarti
Atas terselesainya laporan ini kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu
Kami menyadari bahwa laporan ini masih memiliki banyak kekurangan oleh karna itu, kami mengharapkan keritik dan saran yang membangun. Kami juga berharap agar laporan ini bermafaat bagi pembaca pada khususnya.


Kotagajah, 16 April 2009



M. Suryadi
DAFTAR ISI


Kata Pengantar
Daftar isi
BAB 1.
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan
1.4. Manfaat

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1. Pengantar Gelombang Eleltromagnetik
2.2. Klasifikasi Gelombang Elektromagnetik

BAB III
PEMBAHASAN
4.1. Perbedaan dan persamaan gelombang elektromagnetik
4.2. Susunan deret gelombang elektromagnetik berdasarkan frekuensi dan panjang gelombang.
4.3. Identifikasi penggunaan gelobang elektromegnetik
4.4. Perbedaan Penggunaan rentang frekuensi/panjang gelombang pada komunikasi radio, radar, telepon,dll.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Gelombang elektromagnetik merupakan radiasi dari percepatan muatn listrik dalam medan listrik dan medan magnet yang bersesuaian. Energi dapt dianggap sebagai gelombang yang merambat tanpa menggunakn medium melibtkan osilasi merdan listrik dan medan magnet. Dlam ruang cepat rambat gelombang elektromagnetik adalah 3 x 108 m/s. hal ini dikemukakan oeh Maxwell bahwa gelombang elektromagnetik dpat menunjukan hal yang sama dengan gelombang cahaya sehingga keduanya dapt dikatakan gelombang transversal.
Maxwell menyatakan bahwa, suatu medan listrik yang berubah-ubah menginduksikan medan magnet yang juga berubah-ubah. Selanjutnya, medan magnetik yang berubah-ubah ini menginduksikan kembali medan listrik yang berubah-ubah. Demikian seterusnya sehingga diperoleh proses berantai dari pembentukan medan listrik dan medan magntik yang merambat kesegala arah. Hasilnya adalah kehadiran Gelombang Elektromagnetik.
Berbeda dengan Thomas Young, ilmuwan Inggris yang mendemonstransikan gelombang elektromagnetik sebagai fenomena dimana dua sumber cahaya koheren yang dihasilkan oleh celah ganda membentuk pita terang dan pita gelap secara bergantian pada layar.


1.2. Rumusan Masalah


1. Di salam spectrum gelombang elektromagnetik terdapat beberapa macam gelombang elektromagnetik.
a. Dalam hal apakah perbedaan satu dengan yang lainnya?
b. Dalam hal apakah persamaan satu dengan yang lainnya?
2. Susun dari yang paling besar deret gelombang elektromagnetik berdasarkan frekuensi dan panjang gelombangnya!
3. Identifikasi pengunaan gelombang elektromagnetik (seperti infra merah, ultra violet, sinar laser,dll.) dalam komunikasi, kesehatan, industri!
4. Jelaskan perbedaan penggunaan rentang frekuensi/ panjang gelombang pada komunikasi radio, radar, telepon,dll!









1.3. Tujuan Pembelajaran

1. Mencari dan menelusuri literatur tentang gelombang elektromagnetik.
2. Menyusun deret gelombang elektromagnetik berdasarkan frekuensi atau panjang gelombang.
3. Mengidentifikasi penggunaan gelombang elektromagnetik (seperti infra merah, ultraviolet, sinar laser,dll) dalam komunikasi, kesehatan, dan industry.
4. Menjelaskan perbedaan penggunaan rentang frekuensi atau panjang gelombang pada komunikasi radio, radar, telepon, dll.



1.4. Manfaat

1.4.1. Kita dapat lebih memahami tentang apa yang dimaksud dengan gelombang elektromagnetik.
1.4.2. Kami dapat menyusun deret gelombang elektromagnetik berdasarkan frekuensi/panjang gelombang.
1.4.3. Kami dapat mengidentifikasi penggunaan gelombang elektromagnetik dalam komunikasi, kesehatan, industri.
1.4.4. Kami dapat menjelaskan perbedaan penggunaan rentang frekuensi / panjang gelombang.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengantar Gelombang Elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik merupakan radiasi dari percepatan muatan listrik dalam medan listrik dan muatan magnet yang bersesuaian. Energi dapta di anggap sebagai gelombag yang merambat tanpa menggunakan medium yang melibatkan osilasi medan listrik dan medan magnet dalam ruang hampa cepat rambat gelombang elektromagnetik adalah 2,9979 x 108 m/s atau serin dibulatkan 3 x 108 m/s. hal ini diramalkan oleh Maxwell bahwa cepat rambat gelombang elektromagnetik sama dengan cepat rambat cahaya.

2.2 Klasifikasi Gelombang Elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik diklasifikasikan berdasarkan spektrumnya. Spektrum gelombang elektromagetik terdiri atas bermacam-macam gelombang, berdasarka frekuensi/ panjang gelombangnya, gelombang elektromagnetik dapat diklasifikasikan sebagai berukut :
Gelombang radio dan televise
Gelombang mikro
Sinar Ultraviolet
Cahaya tampak
Sinar infra merah/ infra red
Sinar-X
Sinar Gamma

Penjelasan :
Gelombang Radio dan Televisi
Gelombang radio dan televisi memiliki jangkauan frekuensi yang cukup luas dan biasanya dihasilkan oleh ragkaian osilator dalam alat – alat elektronika pada system siaran radio komersial biasanya digunakan 2 jenis system modulasi yaitu AM dan FM.
Gelombang Mikro
Gelombang mikro biasanya juga dihasilakn oleh alat – alat elektronika da dapat digunakan untuk alat – alat komunikasi, memasak, dan radar.
Sinar Ultraviolet
Sinar ultraviolet atau ultra ungu dihasilkan oleh atom – atom dan molekul – molekul dalam loncatan listrik. Matahari merupaka sumber utama dari sinar ultraviolet.
Cahaya Tampak
Cahaya tmpak adalah sinar yang dapat membantu penglihatan kita.
BAB III

PEMBAHASAN


4.3.1 a. Perbedaan antara gelombang elektromagnetik yang satu dengan yang lai yaitu
di bedakan berdasarkan frekuensi atau panjang gelombang .
b. persamaan antara gelpmbang elektromagnetik yang satu dengan yang lain terletak pada kecepatan merambat dalam vakum dengan cepat rambat yang sama, yaitu 3x 108 m/s

4.3.1 Dilihat dari panjang gelombang
1. Sinar Gamma
2. Sinar X
3. sinar ultraviolet
4. cahaya tampak
5. sinar inframerah
6. gelombang mikro atau radar
7. gelombang radio
Radiasi Elektromagnetik
3. Radiasi Elektromagnetik
Berangkat dari bahasan kita di atas mengenai komponen sistem PJ, energi elektromagnetik adalah sebuah komponen utama dari kebanyakan sistem PJ untuk lingkungan hidup, yaitu sebagai medium untuk pengiriman informasi dari target kepada sensor. Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang dengan beberapa karakter yang bisa diukur, yaitu: panjang gelombang/wavelength, frekuensi, amplitude/amplitude, kecepatan. Amplitudo adalah tinggi gelombang, sedangkan panjang gelombang adalah jarak antara dua puncak.
Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam satu satuan waktu. Frekuensi tergantung dari kecepatan merambatnya gelombang. Karena kecepatan energi elektromagnetik adalah konstan (kecepatan cahaya), panjang gelombang dan frekuensi berbanding terbalik. Semakin panjang suatu gelombang, semakin rendah frekuensinya, dan semakin pendek suatu gelombang semakin tinggi frekuensinya.
Gambar 2. Energi elektromagnetik

Energi elektromagnetik dipancarkan, atau dilepaskan, oleh semua masa di alam semesta pada level yang berbedabeda. Semakin tinggi level energi dalam suatu sumber energi, semakin rendah panjang gelombang dari energi yang dihasilkan, dan semakin tinggi frekuensinya. Perbedaan karakteristik energi gelombang digunakan untuk mengelompokkan energi elektromagnetik.
Spektrum Elektromagnetik
Susunan semua bentuk gelombang elektromagnetik berdasarkan panjang gelombang dan frekuensinya disebut spectrum elektromagnetik. Gambar spectrum elektromagnetik di bawah disusun berdasarkan panjang gelombang (diukur dalam satuan _m) mencakup kisaran energi yang sangat rendah, dengan panjang gelombang tinggi dan frekuensi rendah, seperti gelombang radio sampai ke energi yang sangat tinggi, dengan panjang gelombang rendah dan frekuensi tinggi seperti radiasi X-ray dan Gamma Ray.
Gambar 3. Spektrum elektromagnetik

Pembahasan Mengenai Kelompok Energi
Radio
Radio energi adalah bentuk level energi elektromagnetik terendah, dengan kisaran panjang gelombang dari ribuan kilometer sampai kurang dari satu meter. Penggunaan paling banyak adalah komunikasi, untuk meneliti luar angkasa dan sistem radar. Radar berguna untuk mempelajari pola cuaca, badai, membuat peta 3D permukaan bumi, mengukur curah hujan, pergerakan es di daerah kutub dan memonitor lingkungan. Panjang gelombang radar berkisar antara 0.8 – 100 cm.
Microwave
Panjang gelombang radiasi microwave berkisar antara 0.3 – 300 cm. Penggunaannya terutama dalam bidang komunikasi dan pengiriman informasi melalui ruang terbuka, memasak, dan sistem PJ aktif. Pada sistem PJ aktif, pulsa microwave ditembakkan kepada sebuah target dan refleksinya diukur untuk mempelajari karakteristik target. Sebagai contoh aplikasi adalah Tropical Rainfall Measuring Mission’s (TRMM) Microwave Imager (TMI), yang mengukur radiasi microwave yang dipancarkan dari Spektrum elektromagnetik Energi elektromagnetik atmosfer bumi untuk mengukur penguapan, kandungan air di awan dan intensitas hujan.
Infrared
Radiasi infrared (IR) bisa dipancarkan dari sebuah obyek ataupun dipantulkan dari sebuah permukaan. Pancaran infrared dideteksi sebagai energi panas dan disebut thermal infrared. Energi yang dipantulkan hampir sama dengan energi sinar nampak dan disebut dengan reflected IR atau near IR karena posisinya pada spektrum elektromagnetik berada di dekat sinar nampak. Panjang gelombang radiasi infrared berkisar antara 0.7 – 300 _m, dengan spesifikasi: near IR atau reflected IR: 0.7 – 3 _m, dan thermal IR: 3 –15 _m Untuk aplikasi PJ untuk lingkungan hidup menggunakan citra Landsat, Reflected IR pada band 4 (near IR), band 5,7 (Mid IR) dan thermal IR pada band 6, merupakan karakteristik utama untuk interpretasi citra. Sebagai contoh, gambar berikut menunjukkan suhu permukaan laut global (dengan thermal IR) dan sebaran vegetasi (dengan near IR).
Gambar 4. Infrared

Visible
Posisi sinar nampak pada spectrum elektromagnetik adalah di tengah. Tipe energi ini bisa dideteksi oleh mata manusia, film dan detektor elektronik. Panjang gelombang berkisar antara 0.4 to 0.7 _m. Perbedaan panjang gelombang dalam kisaran ini dideteksi oleh mata manusia dan oleh otak diterjemahkan menjadi warna. Di bawah adalah contoh komposit dari citra Landsat 7.
Gambar 5. Citra landsat komposit

Ultraviolet, X-Ray, Gamma Ray
Radiasi ultraviolet, X-Ray dan Gamma Ray berada dalam urutan paling kiri pada spectrum elektromagnetik. Tipe radiasinya berasosiasi dengan energi tinggi, seperti pembentukan bintang, reaksi nuklir, ledakan bintang. Panjang gelombang radiasi ultraviolet berkisar antara 3 nm-0.4 _m, sedangkan X-Ray 0.03 – 3 nm, dan Gamma ray < 0.003nm. Radiasi UV bisa dideteksi oleh film dan detektor elektronik, sedangkan X-ray dan Gamma-ray diserap sepenuhnya oleh atmosfer, sehingga tidak bisa diukur dengan PJ.
Interaksi Energi
Gelombang elektromagnetik (EM) yang dihasilkan matahari dipancarkan (radiated) dan masuk ke dalam atmosfer bumi. Interaksi antara radiasi dengan partikel atmosfer bisa berupa penyerapan (absorption), pemencaran (scattering) atau pemantulan kembali (reflectance).Sebagian besar radiasi dengan energi tinggi diserap oleh atmosfer dan tidak pernah mencapai permukaan bumi. Bagian energi yang bisa menembus atmosfer adalah yang ‘transmitted’. Semua masa dengan suhu lebih tinggi dari 0 Kelvin (-273 C) mengeluarkan (emit) radiasi EM.
Gambar 6. Interaksi energi

Sensor
Radiometer adalah alat pengukur level energi dalam kisaran panjang gelombang tertentu, yang disebut channel. PJ multispectral menggunakan sebuah radiometer yang berupa deretan dari banyak sensor, yang masing masing peka terhadap sebuah channel atau band dari panjang gelombang tertentu. Data spectral yang dihasilkan dari suatu target berada dalam kisaran level energi yang ditentukan.
Radiometer yang dibawa oleh pesawat terbang atau satelit mengamati bumi dan mengukur level radiasi yang dipantulkan atau dipancarkan dari benda-benda yang ada di permukaan bumi atau pada atmosfer. Karena masing masing jenis permukaan bumi dan tipe partikel pada atmosfer mempunyai karakteristik spectral yang khusus (atau spectral signature) maka data ini bisa dipakai untuk menyediakan informasi mengenai sifat target. Pada permukaan yang rata, hampir semua energi dipantulkan dari permukaan pada suatu arah, sedangkan pada permukaan kasar, energi dipantulkan hampir merata ke semua arah. Pada umumnya permukaan bumi berkisar diantara ke dua ekstrim tersebut, tergantung pada kekasaran permukaan.
Contoh yang lebih spesifik adalah pemantulan radiasi EM dari daun dan air. Sifat klorofil adalah menyerap sebagian besar radiasi dengan panjang gelombang merah dan biru dan memantulkan panjang gelombang hijau dan near IR. Sedangkan air menyerap radiasi dengan panjang gelombang nampak tinggi dan near IR lebih banyak daripada radiasi nampak dengan panjang gelombang pendek (biru).
Gambar 7. Karakteristik signal

Pengetahuan mengenai perbedaan spectral signature dari berbagai bentuk di permukaan bumi memungkinkan kita untuk menginterpretasi citra. Tabel di sebelah kanan sangat berguna dalam menginterpretasi vegetasi dari citra Landsat TM.
Ada dua tipe deteksi yang dilakukan oleh sensor: deteksi pasif dan aktif. Banyak bentuk PJ yang menggunakan deteksi pasif, dimana sensor mengukur level energi yang secara alami dipancarkan, dipantulkan, atau dikirimkan oleh target. Sensor ini hanya bisa bekerja apabila terdapat sumber energi yang alami, pada umumnya sumber radiasi adalah matahari, sedangkan pada malam hari atau apabila permukaan bumi tertutup awan, debu, asap dan partikel atmosfer lain, pengambilan data dengan cara deteksi pasif tidak bisa dilakukan dengan baik. Contoh sensor pasif yang paling dikenal adalah sensor utama pada satelit Landsat, Thematic Mapper, yang mempunyai 7 band atau channel.
Band 1 (0.45-0.52 _m; biru) - berguna untuk membedakan kejernihan air dan juga membedakan antara tanah dengan tanaman.
Band 2 (0.52-0.60 _m; hijau) - berguna untuk mendeteksi tanaman.
Band 3 (0.63-0.69 _m; merah) - band yang paling berguna untuk membedakan tipe tanaman, lebih daripada band 1 dan 2.
Band 4 (0.76-0.90 _m; reflected IR) - berguna untuk meneliti biomas tanaman, dan juga membedakan batas tanah-tanaman dan daratan-air.
Band 5 (1.55-1.75 _m; reflected IR) – menunjukkan kandungan air tanaman dan tanah, berguna untuk membedakan tipe tanaman dan kesehatan tanaman. Juga digunakan untuk membedakan antara awan, salju dan es.
Band 6 (10.4-12.5 _m; thermal IR) - berguna untuk mencari lokasi kegiatan geothermal, mengukur tingkat stress tanaman, kebakaran, dan kelembaban tanah.
Band 7 (2.08-2.35 _m; reflected IR) – berhubungan dengan mineral; ration antara band 5 dan 7 berguna untuk mendeteksi batuan dan deposit mineral.
Sumber: Sabins 1986:86; Jensen 1986:34
Sedangkan pada deteksi aktif, PJ menyediakan sendiri sumber energi untuk menyinari target dan menggunakan sensor untuk mengukur refleksi energi oleh target dengan menghitung sudut refleksi atau waktu yang diperlukan untuk mengembalikan energi. Keuntungan menggunakan deteksi pasif adalah pengukuran bisa dilakukan kapan saja. Akan tetapi sistem aktif ini memerlukan energi yang cukup besar untuk menyinari target. Sebagai contoh adalah radar Dopler, sebuah sistem ground-based, radar presipitasi pada satellite Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM), yang merupakan spaceborne pertama yang menghasilkan peta 3-D dari struktur badai.

Eksperimen Penemuan Gelombang Elektromagnetik
Radiasi elektromagnetik adalah kombinasi medan listrik dan medan magnet yang berosilasi dan merambat lewat ruang dan membawa energi dari satu tempat ke tempat yang lain. Cahaya tampak adalah salah satu bentuk radiasi elektromagnetik. Penelitian teoritis tentang radiasi elektromagnetik disebut elektrodinamik, sub-bidang elektromagnetisme.
Dasar teori dari perambatan gelombang elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada 1873 oleh James Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika medan elektromagnetik (bahasa Inggris: A dynamical theory of the electromagnetic field), berdasarkan hasil kerja penelitiannya antara 1861 dan 1865.
Pada 1878 David E. Hughes adalah orang pertama yang mengirimkan dan menerima gelombang radio ketika dia menemukan bahwa keseimbangan induksinya menyebabkan gangguan ke telepon buatannya. Dia mendemonstrasikan penemuannya kepada Royal Society pada 1880 tapi hanya dibilang itu cuma merupakan induksi.
Adalah Heinrich Rudolf Hertz yang, antara 1886 dan 1888, pertama kali membuktikan teori Maxwell melalui eksperimen, memperagakan bahwa radiasi radio memiliki seluruh properti gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian), dan menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat diformulasikan ke persamaan turunan partial disebut persamaan gelombang.
Gelombang elektromagnetik ditemukan oleh Heinrich Hertz.
Setiap muatan listrik yang memiliki percepatan memancarkan radiasi elektromagnetik. Waktu kawat (atau panghantar seperti antena) menghantarkan arus bolak-balik, radiasi elektromagnetik dirambatkan pada frekuensi yang sama dengan arus listrik. Bergantung pada situasi, gelombang elektromagnetik dapat bersifat seperti gelombang atau seperti partikel. Sebagai gelombang, dicirikan oleh kecepatan (kecepatan cahaya), panjang gelombang, dan frekuensi. Kalau dipertimbangkan sebagai partikel, mereka diketahui sebagai foton, dan masing-masing mempunyai energi berhubungan dengan frekuensi gelombang ditunjukan oleh hubungan Planck E = Hν, di mana E adalah energi foton, h ialah konstanta Planck — 6.626 × 10 −34 J·s — dan ν adalah frekuensi gelombang.
Einstein kemudian memperbarui rumus ini menjadi Ephoton = hν.

Electromagnetic Research
Maxwell Review
Sekitar abad ke 19, Maxwell menyatakan persamaan nya yang cukup mengejutkan dunia Fisika. Salah satunya menyatakan adanya gelombang elektromagnetik. Namun, saat itu belum dapat dibuktikan. Karna itu, Heinrich Hertz mencoba untuk membuktikan keberadaan gelombang elektromagnetik itu.

Secara teori, Hertz menyadari bahwa gelombang elektromagnetik yang dinyatakan Maxwell merupakan gabungan dari gelombang listrik dan gelombang magnetik secara saling tegak lurus. Begitu pula dengan arah geraknya. Karena gelombang tersebut mengantung gelombang listrik, maka Hertz mencoba membuktikan keberadaan gelombang elektromagnetik tersebut melalui keberadaan gelombang listriknya yang diradiasikan oleh rangkaian pemancar.

Hertz mencoba membuat rangkaian pemancar sederhana dengan bantuan trafo untuk memperkuat tegangan dan kapasitor sebagai penampung muatannya. Karena ada arus pergeseran pada gap pemancar, diharapkan ada radiasi gelombang elektromagnetik yang akan dipancarkan. Karena secara teori, dari percikan yang muncul akan dihasilkan gelombang elektromagnetik. Alhasil, pada rangkaian loop penerima yang hanya berupa kawat berbentuk lingkaran yang tanpa diberikan sumber tegangan apapun, ternyata muncul percikan listrik pada gap-nya. Ini membuktikan ada listrik yang mengalir melalui radiasi suatu benda.yang akhirnya terhantarkan ke loop. Karena merasa belum puas, Hertz mencoba untuk menghitung frekuensi pada loop.

Ternyata frekuensi yang dihasilkan sama dengan frekuensi pemancar. Ini artinya listrik pada loop berasal dari pemancar itu sendiri. Dengan ini terbuktilah adanya radiasi gelombang elektromagnetik Maxwell. Percobaan Hertz ini juga memicu penemuan telegram tanpa kabel dan radio oleh Marconi. Rangkaian ini ada dalam kaca quartz untuk menghindari sinar UV.

























Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang dihasilkan dari perubahan medan magnet den medan listrik secara berurutan, dimana arah getar vektor medan listrik dan medan magnet saling tegak lurus.
TEORI MAXWELL
Inti teori Maxwell mengenai gelombang elektromagnetik adalah:
Perubahan medan listrik dapat menghasilkan medan magnet.
Cahaya termasuk gelombang elektromagnetik. Cepat rambat gelombang elektromagnetik (c) tergantung dari permitivitas (Î) dan permeabilitas (m) zat.
C = 1 / Ö(Îo . mo) = 3 x 108 m/s
c =f . l
Îo = 8.85 x 10-12 C2/Nm2
mo = 12.56 x 10-7 wb/amp.m
Selengkapnya...

NAMA-NAMA ILMIAH

|

no
nama umum
nama ilmiah
1
Abei
Fragaria
2
Abrosia
Abrosia spp
3
Abutilon
Abutilon spp
4
Acer
Acer palmatum
5
Adas
Foeniculum vulgare
6
Adas Sowa
Aqethum grave
7
Adas-adasan
Gomphrena globosa
8
Aechmea
Aechmea
9
Aesculus
Aesculus hippocastanum
10
Ageratum
Ageratum
11
Aglaonema
Aglaonema sp
12
Aglaonema Silver
Aglaonema commutatum
13
Aglaonema Treubi
Aglaonema treubi
14
Agropiron
Agropiron
15
Akalifa
Acalypha sp
16
Akalifa (Ekor tupai)
Acalypha wilkesiana
17
Akar Gomet
Pericamphylus glaucus
18
Akar Kelimpar
Embalia ribes Burm
19
Akar Kepayang
Hodgsonia macrocarpa
20
Akar Kucing
Toddalisa asiatica
21
Akar Naga
Poliypodium feei
22
Akar Rumput
Alternanthera sessilis
23
Akar Sambang
Merremia peltata
24
Akar Slemang
Merremia umbellata
25
Akar Wangi
Andropogon zizanioides
26
Akasia
Cassia sp
27
Alamanda
Alamanda chatartica
28
Alang-alang
Imperata cylindrica
29
Alba Rosa
Cordyline terminalis
30
Aleander
Nerium oleamder
31
Almond
Prunus dulcis
32
Alpukat
Persea americana
33
Alstroemeria
Alstroemeria
34
Aluminium kadri
Pilea cadierei
35
Alvalva
Medicago sativa
36
Alvalva Kuning
Medicago falcata
37
Ambong-ambong
Bidens
38
Ambong-ambong (Ketul)
Bidens pilosa
39
Ambra
Pelargonium radula
40
Andevi
Chicorium endivia
41
Andong
Rhadamnia cinerea
42
Anemon Korona
Annemon coronaria
43
Anggrek
Orcidaceae
44
Anggrek Bulan
Phalaenopsis amabilis
45
Anggrek Buntut Bajing
Rhinchostylis retusa
46
Anggrek Dendro
Dedrobium sp
47
Anggrek Dendro Larat
Dendrobium phalaenopsis
48
Anggrek Dendro Merpati
Dendrobium crumenatum
49
Anggrek Dendro Rusa
Dendrobium veratroides
50
Anggrek Dendro Sumba
Dendrobium purpureum
51
Anggrek Ekor Tupai
Rhinchostylis retusa
52
Anggrek Eria Kancil
Eria javanica
53
Anggrek Eria Konde
Eria albido tomentosa
54
Anggrek Eria Lili
Eria hyachintoides
55
Anggrek Eria Lily
Eria hyachintoides
56
Anggrek Eria Mawar
Eria flvascen
57
Anggrek Eria Rotan
Eria compressa
58
Anggrek Hitam
Coelogyne pandurata
59
Anggrek Kalajengking
Arachnis flos-aeris
60
Anggrek Kasut
Paphiopedilum sp
61
Anggrek Kasut Belang
Paphiopedilum lowii
62
Anggrek Kasut Berbulu
Paphiopedilum glaucophyllum
63
Anggrek Kasut Hijau
Paphiopedilum javanicum
64
Anggrek Kasut Kumis
Cypripedium chamberlalianum
65
Anggrek Kasut Pita
Paphiopedilum tonsum
66
Anggrek Kepang
Pholidota imbricata
67
Anggrek Macan
Gramatophyllum sp
68
Anggrek Mata Sapi
Dendrobium anosum
69
Anggrek Oncidium
Oncidium sp
70
Anggrek Tanah
Spathoglottis aurea
71
Anggrek Tanah Apuy
Phajus tankervilliae
72
Anggrek Tanah Coklat
Phajus callosus
73
Anggrek Tanah Kuning
Phajus flavus
74
Anggrek Tebu
Gramatophyllum speciosum
75
Anggrek Vanda
Vanda
76
Anggrung
Irema orientalis
77
Anggur
Vitis vinifera
78
Anggur Amerika Selatan
Vitis labrusca
79
Anggur Bali
Alphonso lavalle
80
Anggur Merah
Vitis vinifera
81
Angsana
Pterocarpus indica
82
Annemon
Annemon
83
Anthurium
Anthurium sp
84
Anthurium Flamingo
Anthurium adreanum
85
Anthurium Keris
Anthurium reneissance
86
Anthurium Kuping gajah
Anthurium crystallinum
87
Anting Putri
Wrightia religiosa
88
Anting-anting
Fuchsia
89
Anyang-anyang
Elaeocarpus glandiflorus
90
Anyelir
Dianthus caryophyllus
91
Apel
Malus silveltris
92
Apisditra
Apisditra elatior
93
Aprikot
Prunus mume
94
Apung
Azzola pinnata
95
Ara
Ficus pumnila
96
Aren
Arenga pinnata
97
Areuy kawao
Milletia sericea
98
Areuy ki asahan
Tetracera indica Merr
99
Articoke
Cynara scolimus
100
Asam Gelugur
Garcinia atroviridis
101
Asam Jawa
Tamarindus indica
102
Asam Londo
Pithecolobium dulce
103
Asam Selong
Eugenia uniflora
104
Asiri
Laurus nobilis
105
Asparagus
Asparague officinalis
106
Asparagus
Vigna sesquipedalis
107
Aster
Aster novae-angeliae
108
Awar awar
Ficus septica
109
Azela (rumput azela)
Rhododendrum sp
110
Babydoll
Cordyline terminalis
111
Bacang
Mangifera foetida
112
Bakau
Bruguiera conyugata
113
Bakung
Crinum asiaticum
114
Balam
Palaquium qutta
115
Balam Merah
Mallotus paniculate
116
Balam Merah
Palaquium rostratum
117
Bambu Apus
Gigantochloa apus
118
Bambu Ater
Gigantochloa atter
119
Bambu Ater
Gigantochloa atter
120
Bambu Bangkok
Schizostachym caudatum
121
Bambu Batu
Dendrocalamus strictus
122
Bambu Betung
Dendrocalamus asper
123
Bambu Botol
Schizostachyum zollingeri
124
Bambu Cangkoreh
Dinochloa scandens
125
Bambu Cendani
Phyllostachys sp
126
Bambu Duri
Bambusa spinosa
127
Bambu Embong
Bambusa horsfieldii
128
Bambu Gading
Bambusa vulgaris
129
Bambu Gedang
Bambusa ventricosa
130
Bambu Gombong
Gigantochloa verticillata
131
Bambu Jepang Variegata
Arandinaria japonica/Sasa fortunei
132
Bambu Kuning
Bambusa vulgaris
133
Bambu Kuning
Phyllostachys sulphurea
134
Bambu Ori
Bambusa arundinacea
135
Bambu Pagar
Bambusa glaucescens
136
Bambu Rejeki
Dracaena
137
Bambu Suling
Schizostachyum silicatum/Bambusa jacobsii
138
Bambu Tamiang
Schizostachyum blumei
139
Bambu Telur
Schizostachyum zollingeri
140
Bambu Wuluh
Schizostachyum mosum
141
Bambu Wulung
Phyllostachys puberuka
142
Bandotan
Ageratum conyzoides
143
Baru Laut
Thespesia populnea
144
Basia
Bassia latifplia
145
Batu
Chaetocarpus castaneicarpus
146
Bawang Bombay
Allium cepa
147
Bawang Daun
Allium fistulosum
148
Bawang Lokio
Allium schoenoprasum
149
Bawang Merah
Allium ascalonicum
150
Bawang Prei
Allium porrum
151
Bawang Putih
Allium sativum
152
Bawang-bawangan
Zephyranthes spp
153
Bay
Laurus nobilis
154
Bayam
Amaranthus sp
155
Bayam Cabut
Amaranthus tricolor
156
Bayam Duri
Amaranthus spinosus
157
Bayam Eropa
Spnacia oleracea
158
Bayam Kakap
Amaranthus hybridus
159
Bayam Merah
Celosia argentea
160
Bayam Raja
Amaranthus hybridus
161
Bayam Selandia Baru
Tetragonia expansa
162
Bayam Srilangka
Basella alba
163
Bayas
Oncosperma horidum
164
Bayur
Pterospermum javanicum
165
Begonia
Begonia glabra
166
Begonia Florens
Begonia semperflorens
167
Belian Wangi
Palaquium obovatum
168
Belimbing manis
Averrhoa carambola
169
Belimbing wuluh
Averrhoa bilimbi
170
Belis
Bellis
171
Beluchus
Cratoxylon linguistrinum
172
Beluntas
Pluchea indica
173
Benalu
Dendrophthoe sp
174
Benalu The/The Hijau
Dendrophthoe patandra
175
Benda
Artocarpus elasticus
176
Bengkak
Hernandia ovigera
177
Bengkirai
Dryobalanops
178
Bengkuang
Pachyrrhizus erosus
179
Bengle
Zingiber cassummunar / Z. Montanum
180
Bengle Hantu
Zingiber ottensii
181
Bentoel Daun
Xanthosmoma sagittifolium
182
Benuang
Duabanga molucana
183
Berangan
Castanopsis inermis
184
Berangan Duri
Castanopsis argentea
185
Beras
Oriza sp
186
Berenuk
Crescentia cujete
187
Beriang
Ploiarum alterniflorum
188
Beringin
Ficus benyamina
189
Beringin Karet
Ficus retusa
190
Beringin Kimeng
Ficus microcarpa
191
Beringin Korea
Ficus coreana
192
Besi
Eusideroxylon zwageri
193
Beti Ayer
Flueggia virosa
194
Bidani
Quisqualis indica
195
Bidara
Zizypus jujuba
196
Bidara Laut
Ximenia americana
197
Bidara Upas
Merremia mammosa
198
Bidasari
Porarna volubilis
199
Bieng-biengan
Chenopodium
200
Biksa (Gelinggem)
Bixa orellana
201
Binjai
Mangifera caesia
202
Bintaro
Cerbera manghas
203
Bintaro
Codollam
204
Bira
Alocasia indica
205
Birch
Betula pendula
206
Bit
Beta vulgaris
207
Blencong
Commersonia bartramia
208
Blestru
Luffa cylindrica
209
Blewah
Cucumis melo var cantalupensis
210
Bligo
Benincasa hispida
211
Blueberry
Vaccinium spp
212
Bodi
Ficus religiosa
213
Bodi
Ficus rumphii
214
Bomaba
Bomabaceae
215
Bombax
Bombax buonopozense
216
Borage
Borrago officinalis
217
Bougenville
Bougenvilia spectabilis
218
Brokoli
Brassica oleracea var italica
219
Bromeliad (nanas hias)
Bromeliad sp
220
Bromus
Bromus inermis
221
Brotowali
Tinospora tuberculata
222
Bruas
Garcinia celebica
223
Brucea
Brucea javanica
224
Buah Ajaib
Synsepalum dulcificum
225
Buah Mentega
Diospyros phillippinensis
226
Buah Merah
Pandanus conoideus
227
Bulan bulan
Endospermum malaccense
228
Bulangan
Gmelina philiappensis
229
Bunga Bangkai
Amorphopalus titanum
230
Bunga Bokor
Hydrangea macrophylla
231
Bunga Bugang
Clerodendron calamitosum
232
Bunga Cangkak
Schima wallichii
233
Bunga embun
Drosera sp
234
Bunga Kertas
Zinia elegan
235
Bunga Kuning
Cassia surattensis
236
Bunga Kupu-Kupu
Bauhinia purpurea
237
Bunga Lampion Irian
Mucuna beneetti
238
Bunga Lilin
Hoya carnosa
239
Bunga Matahari
Helianthus anuus
240
Bunga Merak
Caesalpinia pulcherrima
241
Bunga Mulut Naga
Antirrhinum majus
242
Bunga Negro
Sinningia speciosa
243
Bunga Pagoda
Clerodendron paniculatum
244
Bunga Patma
Rafflesia patma
245
Bunga Pukul Empat
Mirabilis jalapa
246
Bunga Pulu (Cartamus)
Carthamus tinctorius
247
Bunga Saputangan
Maniltoa grandiflora
248
Bunga Sepatu
Hibiscus rosa sinensis
249
Bunga Susu
Ervatamia coronaria
250
Bunga Tahi Ayam
Lantana tamara
251
Bunga Tahi Ayam
Tagetes
252
Bunga tengah hari
Pentapetes phoenicea
253
Bungur Besar
Lagerstroemia indica
254
Bungur Jepang
Lagerstroemia
255
Buni
Antidesma bunius
256
Bunut
Ficus glabela
257
Burgundi
Ficus elastica
258
Buta
Excoecaria agalocha
259
Butun
Barringtonia asiatica
260
Buwah Susu
Passiflora laurifolia
261
Buxus
Buxus sempervirens
262
Cabai
Capsicum annum
263
Cabai Besar
Capsicum annuum var Grossum
264
Cabai Rawit
Capsicum frutescens
265
Cabe Jawa
Piper retrofractum
266
Cabe Puyang
Polygonum hidropiper
267
Cakar Ayam
Digitaria adscendens
268
Calathea (Pisang hias)
Calathea sp
269
Calathea Argentea
Calathea picturata
270
Calathea lurik
Calathea princeps
271
Calathea Makoyama
Calathea makoyama
272
Calathea Mawar
Calathea rosea-picta
273
Calathea zebrina
Calathea zebrina
274
Calendula
Calendula officinalis
275
Calincing
Oxalis corniculata
276
Calodendrum
Calodendrum capanse
277
Camomille
Anthemis nobilis
278
Candu
Papaver semmiferum
279
Cangkring
Erythrina fusca
280
Cantel
Sorghum halepense
281
Capayan
Desmodium umbellatum
282
Caragana
Caragana arborescen
283
Caria
Carya illinoinensis
284
Carissa
Carissa grandiflora
285
Cartamus ( Pulu)
Carthamus tinctorius
286
Cedrus
Cedrus
287
Cemara angin
Casuarina equisetifolia
288
Cemara Duri
Juniperus rigida
289
Cemara Embun
Casuarina equisetifolia
290
Cemara Kipas
Casuarina equisetifolia
291
Cemara Laut
Casuarina equisetifolia
292
Cemara Norfolk
Araucaria heterophylla
293
Cemara Pinus
Casuarina cunninghamiana
294
Cemara Pua Pua
Juniperus chinensis
295
Cemara Putih
Casuarina equisetifolia
296
Cemara Udang
Casuarina equisetifolia
297
Cempaka putih
Michelia alba
298
Cempedak
Artocarpus champeden
299
Cemplok
Abutilon indicum
300
Cendana
Santalum album
301
Cenela
Calceolaria
302
Cengkeh
Eugenia aromatica
303
Centuri
Centuarea
304
Ceplukan
Physalis minima / Phycalis peruviana
305
Cerakin
Croton triglium
306
Cerlang laut
Helitiera littoralis
307
Ceroton
Croton trigilum
308
Ceuri
Garcinia dioica
309
Chaya
Cnidoscolus aconitifolus
310
Chemperai
Chemperela manillana
311
Cherry
Prunus avium
312
Chesnut
Castanea dentata
313
Chicorium
Chicorium
314
Cincau
Cycles barbata
315
Circium
Circium sp
316
Coca jawa
Erythroxylon nova granatense
317
Cocor Bebek
Kalanchoe blossfeldiana
318
Coklat
Theobroma cacao
319
Cola
Cola acuminata
320
Coleus
Coleus blumei
321
Columnea
Columnea hirta
322
Concolida
Concolida ambigua
323
Congcorang
Desmodium triquetrum
324
Congkok
Curculigo orchioides
325
Cordyline
Cordyline sp
326
Cowehan
Ottelia alismoides
327
Cryptotenia
Cryptotenea canadensis
328
Cryptotenia Jepang
Cryptotenea jeponica
329
Cyclamen
Cyclamen
330
Dadap
Erythrina
331
Dadap Merah
Erythrina crista-galli
332
Dadap Serep
Erythrina lithosperma
333
Dadap Varigata
Erythrina variegata
334
Dahlia
Dahlia pinata
335
Dalu dalu
Salix tetrasperma
336
Damar
Agathis alba
337
Damar Laki
Araucaria canninghamii
338
Damar waja
Spergula arvensis
339
Dandang Gendis
Clinacanthus nutans
340
Daun ambra
Pelargonium radula
341
Daun Dewa
Gynura procumbens
342
Daun Kepala tupai
Drynaria quersifolia
343
Daun Lilin
Bauhinia scandens
344
Daun Pahit
Vernonia amygdalina
345
Daun Seribu
Achilea millefolium
346
Daun Setan
Leucas lavandulaefolia
347
Daun Ungu
Graptophylum pictum
348
Delima
Punica sp
349
Delima Merah
Punica nana
350
Delima Putih
Punica granatum
351
Delpinium
Delpinium sp
352
Dempul
Glochidion rubrum
353
Dempul lelet
Glochidion littoral
354
Demung
Pseuderanthemum diversifolium
355
Dendranthema
Dendranthema
356
Dewa
Gynura segetum
357
Diaffen Amuna
Diaffenbachia amoena
358
Diaffen Arvida
Diaffenbachia arvida
359
Diaffen Camilla
Diaffenbachia camilla
360
Diaffen Laut
Diaffenbachia marianne
361
Diaffen Maculata
Diaffenbachia maculata
362
Diaffen Tropis
Diaffenbachia tropic show
363
Diaffenbachia (Sri Rejeki)
Diaffenbachia
364
Dieng Abang
Chenopodium album
365
Digitalis
Digitalis purpurea
366
Dilem
Coleus
367
Dracaena
Dracaena sp
368
Dracaena Compacta
Dracaena compacta
369
Dracaena Florida
Dracaena godseffiana
370
Dracaena Fragrans (Hanjuang)
Dracaena fragrans
371
Dracaena Sanderiana
Dracaena sanderiana
372
Dracaena Surculosa
Dracaena surculosa
373
Dracaena Warneckii
Dracaena deremensis
374
Dragon Fruit
Hylocereus undatus
375
Dringo
Acorus calamus
376
Drosera (Bunga embun)
Drosera sp
377
Duku
Lansium domesticum
378
Dulang-dulang
Glochidion obscurum
379
Durian
Durio zibethinus
380
Durian Hutan
Durio kutejensis
381
Edelweis
Anaphalis sp
382
Ekor Keledai
Sedum spectabile
383
Ekor Kucing
Acalypha hispida
384
Ekor Kucing
Typha latifolia
385
Ekor Tupai (Akalifa)
Acalypha wilkesiana
386
Elder
Sambucus nigra
387
Eleagnus
Elaeagnus angustifolia
388
Elletaria
Elletaria cardamomum
389
Enceng gondok
Eichornia crassipes
390
Erbis
Passiflora quandrangularis
391
Erigeron
Erigeron
392
Erythrina subumbrans
Erythrina subumbrans
393
Euphorbia
Euphorbia
394
Eusttoma
Eustoma grandiflorum
395
Fagace
Fagaceae
396
Fistuca
Fistuca arundinaceae
397
Flamboyan
Delonix regia
398
Flax
Linum usitatissimum
399
Fraxinus
Fraxinus americana
400
Gadung
Dioscorea composita
401
Gadung
Dioscorea hispida
402
Gadung China
Smilax china
403
Gaharu
Aquilaria malaccensis
404
Gailardia
Gaillardia
405
Galing
Vitis trifolia
406
Galing Kerbau
Cissus adnata
407
Galinggem (Biksa)
Bixa orellana
408
Gamal
Glyricidia sepium
409
Gambas
Luffa acutangula
410
Gambir
Uncaria gambir
411
Gamet
Ipomoea pes-tigridis
412
Gandapura
Gaultheria leucocarpa
413
Gandaria
Bouea macrophylla
414
Gandarusa
Justicia gendarussa / Gendarusa vulgaris
415
Gandasuli
Hedychium coronarium
416
Gandola
Basella rubra
417
Gandu
Entada phaseoloides
418
Gandum
Triticum aestivum
419
Gandum hitam
Secale cereale
420
Ganja
Cannabis sativa
421
Ganoderma
Ganoderma lucidum
422
Ganyong Hutan (Kana)
Canna indica
423
Ganyong-ganyongan
Cordyline sp
424
Garut
Marantha arundacea
425
Garut-garutan
Maranta bicolor
426
Gasteria
Gasteria
427
Gatep
Samadera indica
428
Gayam
Inocarpus edulis
429
Gayana
Chloris gayana
430
Gazania
Gazania
431
Gebang
Curypha elata
432
Gedebong
Piper aduncun
433
Gedembah
Nauclea subdita
434
Gelang Laut
Sesuvium portulacastrum
435
Gembili
Dioscorea aculeata
436
Gembilina
Gmelina
437
Genjer
Limnocharis flava
438
Genjoran
Digitaria sanguinalis
439
Geraniacea
Geraniaceae
440
Geranium
Pelargonium graviolens
441
Gerbera
Gerbera jamesonii
442
Geronggang
Cratoxylon arborescens
443
Gewor
Commelia banghalensis
444
Gigil
Dichroa febrifuga
445
Ginje menir
Scoparia dulcis
446
Ginseng Korea
Panax ginseng
447
Ginseng Jawa/Talesom
Talinum triangulare
448
Girang
Leea rubra
449
Gladiol
Gladiol spp
450
Gladiol
Gladiolus gandavensis
451
Glagah
Saccharum officinarum
452
Gmelina
Gmelina arborea
453
Gom Arab
Acacia arabica
454
Gondang
Ficus variegata
455
Gondorukem
Colophonium sp
456
Gravillea
Gravillea robusta
457
Gypsophila
Gypsophila
458
Hampelas
Ficus ampelas
459
Handeuleum
Graptophylum pictum
460
Hanjuang
Cordyline sp
461
Hanjuang
Dracaena fragrans
462
Harendong
Melastoma affine
463
Hareneus
Rubus moluccanus
464
Haworthia
Haworthia sp
465
Hazelnut
Corylus americana
466
Helikonia
Heliconia psittacorum
467
Henep
Hibiscus canabinus
468
Hidrila
Hydrila verticillata
469
Hokian Tea
Eritia sp
470
Hop
Humulus lupulus
471
Hordeum
Hordeum vulgare
472
Horenzo
Spinacea oleracea
473
Hujan Panas
Breynia discigera
474
Hyacinthus
Hyacinthus sp
475
Iler
Coleus
476
Iles iles
Amorphopalus oncophyllus
477
Iles iles
Tacca palmata
478
Inai batang
Lansonia inermis
479
Ingu
Ruta angustifolia
480
Iris
Iris germanica
481
Ivy
Linaria
482
Jaba
Eluisine coracana
483
Jaboticaba
Myciarfa cauliflora
484
Jabung
Conyza angustifolia
485
Jacaranda
Jacaranda aculifolia
486
Jacquemontia tamnifolia
Jacquemontia tamnifolia
487
Jagung
Zea mays
488
Jahe
Croton argyratus
489
Jahe
Zingiber officinale
490
Jail
Coix lacryma-jobi
491
Jamblang putih
Eugenia cumini
492
Jambu Air
Syzygium aqueum
493
Jambu Air manis
Syzygium semarangense
494
Jambu arang
Eugenia claviflora
495
Jambu ayer
Eugenia aquea
496
Jambu Biji
Psidium guajava
497
Jambu biji kecil
Psidium pumilum
498
Jambu bol
Syzygium malasccense
499
Jambu klampoh
Eugenia densiflora
500
Jambu mawar
Eugenia jambos
501
Jambu Mete
Anacardium ocidentale
502
Jambu selong
Eugenia javanica
503
Jambu-jambuan
Myrtaceae
504
Jambul merak
Jacaranda filicifolia
505
Jampang (Rumput belulang)
Eleusine indica
506
Jamuju
Podocarpus imbricatus
507
Jamur Bulat
Calvatia gigantia
508
Jamur Champignon
Agaricus bisporus
509
Jamur Enokitake
Flammunila velutipes
510
Jamur Kancing
Agaricus brunescens
511
Jamur Kuping
Auricularia auricularia
512
Jamur Maitake
Grifola frondosa
513
Jamur Matsutake
Agrocybe aegerita
514
Jamur Merang
Volvariella volvacea
515
Jamur Paha Ayam
Coprinus comatus
516
Jamur Shiitake
Lentinus edodes
517
Jamur Tiram
Pleurotus ostreatus
518
Jangkang
Sterculia foetida
519
Jarak China (Kepyar)
Ricinus communis
520
Jarak landi
Jatropa gossypifolia
521
Jarak Pagar
Jatropa curcas
522
Jarak Pagar (Iri)
Jatropha multifida
523
Jaranan
Atropha curcas
524
Jaringan
Paspalum scrobiculatum
525
Jarong
Achyaranthes aspera
526
Jarongan
Stachytarpheta mutabilis
527
Jaruju
Argemone mexicana
528
Jarum-jarum
Pavetta subvelutina
529
Jati
Tectona grandis
530
Jati Belanda
Guazuma ulmifolia
531
Jawawut
Setaria italica
532
Jayanti
Sesbania sesban
533
Jebung
Sterculia urceolata
534
Jelita
Corchorus capsularis
535
Jelutung
Dyera costulata
536
Jengger Ayam
Celosia cristata
537
Jengkol
Pithecelobium jiringa
538
Jenitri
Elaeocarpus oxypyrena
539
Jepun
Nerium indicum
540
Jeruju
Acanthus ilicifolius
541
Jeruk
Citrus sp
542
Jeruk Bali
Citrus x paradisi
543
Jeruk Keprok
Citrus
544
Jeruk Kesturi
Citrus mitis
545
Jeruk Kingkit
Thriphasia aurantifolia
546
Jeruk Lemon
Citrus lemon
547
Jeruk Mandarin
Citrus deliciosa
548
Jeruk Manis
Citrus onshiu
549
Jeruk Manis
Citrus sinensis
550
Jeruk Nipis
Citrus aurantifolia
551
Jeruk Purut
Citrus hystrix
552
Jeruk Satsuma
Citrus unshiu
553
Jeruk Siem
Citrus nobilis var microcarpa
554
Jeruk Sukade
Citrus medica
555
Jerukan
Glycosmis cochin-chinensis
556
Jintan
Carus carvi
557
Jintan
Pimpinella anisum
558
Jintan
Plectranthus amboinicus
559
Jintan hitam
Nigella sativa
560
Jintan Putih
Cuminum cyminum
561
Johar
Cassia siamena
562
Jojoba
Simmundsia californica
563
Jombang
Cicoria
564
Jubut
Melochia umbellata
565
Jukut ibun
Drymaria cordata
566
Jukut Jurig
Themeda arguens
567
Jukut lokot mata
Artemisia vulgaris
568
Jukut Nyenyerean
Sporobolus barteroanus
569
Jukut saminggu (Mondreng)
Galinsoga parviflora
570
Julans
Julans spp
571
Juncus
Juncus
572
Jung Pandas
Rhus continus
573
Jungrahab
Backea frutescens
574
Jute
Corchorus olitorius
575
Kaca Piring
Gardenia jasminoides
576
Kacang
Vigna mungo
577
Kacang (Ginjal) Mesir
Lablab niger
578
Kacang Asu
Calopogonium mucunoides
579
Kacang Babi
Vicia faba
580
Kacang Bogor
Voandzeia subterranea
581
Kacang Bulu
Glycine soja
582
Kacang Buncis
Phaseolus vulgaris
583
Kacang Gude
Cajanus cajan
584
Kacang Hijau
Phaseolus aureus
585
Kacang Hijau
Vigna radiata
586
Kacang Hijau India
Phaseolus mungo
587
Kacang Jeriji
Dolichos lablab
588
Kacang Kapri
Pisum sativum
589
Kacang Kara benguk
Mucuna pruriens
590
Kacang Kara Kerupuk
Dollchos lablab
591
Kacang Kara Pedang
Canavalis ensiformis
592
Kacang Kate
Phaseolus trilobus
593
Kacang Katropang
Centrosema plumieri
594
Kacang Kayu Laut
Pongamia pinnata
595
Kacang Kedelai
Glycine max
596
Kacang Keker
Cicer arietinum
597
Kacang Koro
Phaseolus sp
598
Kacang Koro kratok
Phaseolus lunatus
599
Kacang Merah
Vigna umbellata
600
Kacang Panjang
Vigna sinensis
601
Kacang Parang
Canavalia gladiata
602
Kacang Roway
Phaseolus lunatus
603
Kacang Ruji
Phaseolus pubescens
604
Kacang Ruji
Pueraria phaseoloides
605
Kacang Tanah
Arachis hypogaea
606
Kacang Tunggak
Vigna unguiculata
607
Kacang-kacangan
Clitoria cajanifolia
608
Kacang-kacangan
Vigna sp
609
Kadaka
Asplenium nidus
610
Kadaka tanduk menjangan
Asplenium sp
611
Kakao
Thebroma cacao
612
Kaktus
Opuntia spp
613
Kalamenjana
Phalaris arundinacea
614
Kalamenta
Leersia hexandra
615
Kaliandra
Calliandra haematocephala
616
Kamboja Jepang
Adenium obesum
617
Kamboja Putih
Plumeria obtusa
618
Kamelia
Camellia japonica
619
Kamper
Cinnamomum camphora
620
Kana
Canna edulis
621
Kana (Ganyong hutan)
Canna indica
622
Kana Air
Thalia dealbata
623
Kandis
Garcinia dioica
624
Kandis Burung
Garcinia parvifolia
625
Kandis Gajah
Garcinia griffithii
626
Kangkung
Ipomoea aquatica
627
Kanitu
Chrysophyllum cainito
628
Kantan
Alkpinia speciosa
629
Kantil
Michelia champaca
630
Kantung Rezeki
Dischidia pectinoides
631
Kantung Semar
Nephentes sp
632
Kantung Semar Raflesia
Nephentes raflesia
633
Kantung Semar Reinwart
Nephentes reinwart
634
Kapalan
Hoya latifolia
635
Kapas
Gossypium hirsutum
636
Kapas-kapasan
Malva
637
Kapuk Randu
Ceiba petandra
638
Kapulaga
Amomum cardamomum
639
Kapulaga Sabrang
Elettaria cardomomum
640
Kapulasan
Nephelium mutabile
641
Kapundung
Baccaurca racemosa
642
Kapur
Dryobalanops camphora
643
Kapur Barus
Cinnamomum camphora
644
Karandan
Carissa carandas
645
Karet
Havea brasiliensis
646
Karet India
Ficus elastica
647
Karet Kebo
Ficus elastica
648
Karuk
Piper sarmentosum
649
Kasia
Cassia multijuga
650
Kasingsat
Cassia occidentalis
651
Kaso
Saccharum spontaneum
652
Kastuba
Euphorbia pulcherima
653
Kasturi
Abelmoschus moschatus
654
Katimaga
Kleinhovia hospita
655
Katuk
Sauropus androginus
656
Katumbul
Glochidion molle
657
Katumpangan
Pilea microphyla
658
Katuri
Garcinia bancana
659
Kawista
Feroniella elephantum
660
Kawista
Scinus molle
661
Kayu Apu
Pistia stratiotes
662
Kayu Hurip
Euphorbia tirucali
663
Kayu Jaran
Dolichandrone spathacea
664
Kayu Kancil
Anisophyllea disticha
665
Kayu Manis
Cinnamomum burmani
666
Kayu Manis
Cinnamomum verum
667
Kayu Manis
Cinnamomum zaylanicum
668
Kayu Manis
Glycynnhiza glabra
669
Kayu Palembang
Lannea grandis
670
Kayu Penawar
Sophora tomentosa
671
Kayu Putih
Eucalyptus globulus
672
Kayu Putih
Melaleuca leucadendron
673
Kayu Rah
Horsfieldia irya
674
Kayu Raja (Trangguli)
Cassia fistula
675
Kayu Rapet
Parameria laervigata
676
Kayu Santan
Kibatalia arborea
677
Kayu Simpai
Knema intermedia
678
Kayu Tahi
Celtis wightii
679
Kayu Ujan
Millettia atropurpurea
680
Kayu Ules
Helicteres isora
681
Kayumanis Cina
Cinnamomum cassia
682
Keben
Barringtonia asiatica
683
Kecapi
Sandoricum kcetjapie
684
Kecipir
Psophocarpus tetragonolobus
685
Kecombrang / Honje
Nicolaia speciosa
686
Kecombrangan
Pittosporum ferrugneum
687
Kecondang
Tacca leontopetaloides
688
Kecubung
Datura metel
689
Kedawung
Parkia roxburghii
690
Kedondong
Spandias mombin
691
Kedondong
Spandias pinnata
692
Kedondong Bangkok
Spondias dulcis
693
Kedondong Cina
Spondias purpurea
694
Kedondong laut
Polyscias fruticosa
695
Kejibeling
Sericocalyx crispus
696
Keladi
Caladium sp
697
Kelapa
Cocos nucifera
698
Kelapa Sawit
Elaeis guineensis
699
Kelempayang
Nauclea cadamba
700
Kelor
Moringa oleifera
701
Kemangi
Ocimum basilicum
702
Kemangi Besar
Ocimum gratissimum
703
Kemenyan
Styrax officinalis
704
Kemiren
Hernandia peltata
705
Kemiri
Aleurites moluccana
706
Kemiri Cina
Aleurites trisperma
707
Kemloko
Phyllanthus emblica
708
Kemukus
Piper cubeba
709
Kemuning
Murraya paniculata
710
Kenaf
Hibiscus cannabinus
711
Kenanga
Canangium odoratum
712
Kenari
Canarium commune / C. Avenue
713
Kencur
Kaempferia galanga
714
Kendal
Cordia dichotoma
715
Kenikir
Cosmos caudatus
716
Kenikir
Tagetes patula
717
Kentang
Solanum tuberosum
718
Kentang Jawa
Coleus tuberosus
719
Kepel
Stelechocarpus burahol
720
Kepuh
Sterculiafoetida
721
Keranji
Dialium indum
722
Kesambi
Scheichera oleosa
723
Kesambi
Scheichera trijuga
724
Kesemek
Diospyros kaki
725
Kesemek
Diospyros lotus
726
Ketapang
Terminalia catapa
727
Ketepeng
Cassia alata
728
Ketepeng Kebo
Cassia
729
Ketiau
Madhuca mottleyana
730
Ketul (Ambong-ambong)
Bidens pilosa
731
Ketumbar
Coriandrum sativum
732
Ketumbar Jawa
Eryngium foetidum
733
Ki pait
Tithonia diversifolia
734
Ki payung
Biophytum sensitivum
735
Ki semir
Hura crepitans
736
Kibesin
Centrosema pubescens
737
Kina
Cinchona pubeschens
738
Kismis
Muehlenbeckia platyclada
739
Kiwi
Actinidia chinensis
740
Klembak
Rheum sp
741
Klengkeng
Nephelium longanum / Dimocarpus longan
742
Kol Banda
Pisonia alba
743
Kol rabi
Brassica napus
744
Kola
Cola nitida
745
Kolesom
Talinum paniculatum
746
Kolokasia
Colocasia sp
747
Komfrey
Symphytum officinale
748
Komoi
Diospyros malabarica
749
Kongea
Congea velutina
750
Koo Chai
Allium tuberosum
751
Kopi
Coffea
752
Kopi Arabica
Coffea arabica
753
Kopi Hutan
Fagraea racenosa
754
Kopi Hutan
Foffea malayana
755
Kopi Utan
Canthium dicoccum
756
Kosar
Artocarpus rigida
757
Kotek
Cassia grandis
758
Kremah
Alternanthera sessilis
759
Krisan
Chrysanthemum morifolium
760
Krokot
Alternanthera ficoidea
761
Krokot
Portulaca oleracea
762
Kroton
Codiaeum variegatum
763
Kroton
Croton liglium
764
Kubis
Brassica oleraceae
765
Kubis Bunga
Brassica oleracea var botrys
766
Kubis Krop
Brassica oleracea var capitata
767
Kucai
Allium odorum
768
Kukurang
Picria fel-terrae
769
Kukuron
Gynotroches axillaris
770
Kumis Kucing
Orthosiphon aristatus
771
Kumis Kucing
Orthosiphon stamineus
772
Kumkwat
Eugenia dombeyi
773
Kumuning gajah
Murraya calocylon
774
Kunci Pepet
Kaempferia angustifolia
775
Kunyit
Curcuma domestica
776
Kupa
Syzygium polycephalim
777
Kuping Gajah (Anthurium)
Anthurium crystallinum
778
Kuping Macan
Sacifraga sarmentosa
779
Kupu putih
Syngonium
780
Kurma
Phoenix dactylifera
781
Kurma canary
Phoenix canariensis
782
Kursani
Vernonia anthelmintica
783
Kutum
Mitragyna speciosa
784
Kwini
Mangifera odorata
785
Labu
Cucurbita spp
786
Labu Botol
Lagenaria vulgaris
787
Labu Jepang
Cucurbita moschatta
788
Labu Kuning
Cucurbita pepo
789
Labu Manis
Cucurbita pepo
790
Labu Merah
Cucurbita moschata
791
Labu Putih
Lagenaria leucantha
792
Labu Siam
Sechium edule
793
Labu Sucini
Cucurbita pepo
794
Lada
Piper nigrum
795
Lada Panjang
Piper retrofractum
796
Lampenas
Lactuca indica
797
Lamtoro Gung
Leucaena leucephala
798
Langkap
Arenga obtusifolia
799
Langkuwas Malaka
Alpinia malaccensis
800
Lantana
Lantana camara
801
Lateng
Ocimum sanctum
802
Lathyrus
Lathyrus sativus
803
Lavender
Lavandula angustifolia
804
Lawang
Cinnamomum culilawan
805
Leci
Nephelium litchi / Lichi chinensis
806
Legatan
Spilanthes iabadicensis
807
Legundi
Vitex trifoliata
808
Lelet
Helicteres hirsuta
809
Lemo
Litsea cubeba
810
Lempuyang
Zingiber aromaticum
811
Lempuyang
Zingiber zerumbet
812
Lengkuas
Languas galanga
813
Lentil
Cullinaris
814
Lepidium
Lepidium sp
815
Lerak
Sapindus rarak
816
Lidah Ayam
Rubia cordifolia
817
Lidah Buaya
Aloe vera
818
Lily
Homerocallis sp
819
Lily Kradelbut
Rhoeo
820
Lily Paris
Chlorophytum
821
Limau Kasturi
Citrus microcarpa
822
Lintahan
Desmodium
823
Lobak
Raphanus sativus
824
Lobi-lobi
Palaquium lobbianum
825
Lokwat
Eriobotryya japonico
826
Lonicera
Lonicera tatarica
827
Lontar
Borassus flabelifer
828
Lotus
Nelumbo pentapetala
829
Lowa
Ficus racemosa
830
Lupin
Lupinus
831
Luwing
Ficus hispida
832
Lycium
Lycium
833
Lythrum salicaria
Lythrum salicaria
834
Macrotylama
Macrotyloma
835
Mahang
Macaranga javanica
836
Mahoni
Swietenia mahagoni
837
Maja
Aegle marmelos
838
Maja Keling
Terminalia citrina
839
Majakane
Quercus lusitanica
840
Makadamia
Macadamia antegrofolia
841
Malela
Brachiaria sp
842
Malpighia
Malpighia punicifolia
843
Maman
Cleome speciosa
844
Mangga
Mangifera indica
845
Manggis
Garcinia mangostama
846
Mangkokan
Nothopanax scutellarium
847
Manis Jangan
Cinnamomum burmani
848
Mara
Macaranga tanarius
849
Maranta (Garut hias)
Maranta
850
Maranta Merah
Maranta leuconeura
851
Markisa (Buah monyet)
Passiflora edulis
852
Markisa Pisang
Passiflora mollissima
853
Markisa Sayur
Passiflora quadrangularis
854
Mata ayam
Baccaurea brevipes
855
Mata Pelanduk
Ardisia irenata
856
Mawar
Rosa sp
857
Maya-maya
Sapium baccatum
858
Mayang Batu
Madhuca cuneata
859
Mayang Wangi
Palaquium obovatum
860
Medang Kurusi
Gironniera parviifolia
861
Medinilla
Medinilla magnifica
862
Melati
Jasminum sambac
863
Melati Carolina
Gelsemium sempervirens
864
Melinjo
Gnetum gnemon
865
Melon
Cucumis melo
866
Melur
Dacrydium elatum
867
Mempelam
Mangifera indica
868
Menarong
Trema virgata
869
Mengkelingan
Eugenia cymosa
870
Mengkudu
Morinda citrifolia
871
Meniran
Phyllanthus niruri
872
Mentalun
Terminalia pyrifolia
873
Mentimun
Cucumis sativus
874
Mentimun Jepang
Cucumis sativus var Japonese
875
Mentol
Mentha piperita
876
Meranti
Shorea sp
877
Merbau
Intsia amboinensis
878
Merliman
Streblus ilicifollus
879
Mesoyi
Massoia aromatica
880
Meyong
Mallotus philippinensis
881
Mimba
Azadirachta indica
882
Mindi
Melia azedarach
883
Mint
Mentha piperita
884
Miracle
Synsepalum dulcificum
885
Mirten
Malphigia coccifera
886
Mitshuba
Oenanthe linearis
887
Miyana
Iresine
888
Mochie
Adenium sp
889
Mondreng (Jukut saminggu)
Galinsoga parviflora
890
Monstera
Monstera deliciosa
891
Mosaik
Fittonia
892
Mundar
Garcinia forbesii
893
Mundu
Garcinia dulcis
894
Murbei
Morus alba
895
Mussaenda
Mussaenda phillipica
896
Mutoh
Erythroxylon cuneatum
897
Myoporum
Myoporum
898
Myosotis
Myosotis
899
Myrrha
Commiphora mirrha
900
Nagasari
Mesua nagassarium
901
Namnam
Nephelium sp
902
Nampis (Kampis)
Hernandia peltata
903
Nanas
Ananas comosus
904
Nanas Aechmae
Aechmae
905
Nanas Buah
Ananas comosus
906
Nanas Kuku jari merah
Noeregelia spectabilis
907
Nanas Kuning
Cryptanthus bivittatus
908
Nanas Lurik
Cryptanthus zonatus
909
Nanas Merah
Cryptanthus acaulis
910
Nanas Nerogelia
Neoregelia
911
Nanas Tricolour
Cryptanthus bromeliodes
912
Nanas Vriesea
Vriesea
913
Nanas Wangi
Salvia
914
Nanas zebra
Cryptanthus zonatus zebrinus
915
Nandina
Nandina domestica
916
Nandina
Nicandra physalodes
917
Nangka
Artocarpus heterophyllus
918
Nenas Belanda
Agave cantala
919
Nila
Indigofera hendecaphylla
920
Nilam
Pogostemon cablin
921
Nilam Aceh
Pogostemon cablin
922
Nilam Bunga
Pogostemon heyncanus
923
Nilam Jawa
Pogostemon hortensis
924
Nipah
Nipa fruticans
925
Nolina
Beaucarnea recurvata
926
Nona
Annona reticulata
927
Nona
Annona sp
928
Nona Makan Sirih
Clerodendron thomsonae
929
Nona Sabrang
Annona glabra
930
Nusa Indah (Musaenda)
Mussaenda phillipica
931
Nyamplung
Callophyllum inophyllum
932
Nyiur
Lodoicea maldivica
933
Oat
Avena sativa
934
Okra
Abelmoschus esculenthus
935
Oleaceae
Oleaceae
936
Opiopogon
Ophiopogon japonicus
937
Orang-aring
Maoutia diversifolia
938
Orok orok
Crotalaria
939
Orok-orok
Crotalaria ferruginea
940
Oyod Peron
Anamirta coculus
941
Pacar air
Impatiens balsamina
942
Pacar Air
Impatients walleriana
943
Pacar Cina
Aglaia odorata
944
Pacar Jawa
Lawsonia inermis
945
Pace
Bancudus latifolia
946
Pachira
Pachira aquatica
947
Padi
Oryza sativa
948
Padi Ketan
Oryza glutinosa
949
Padi-padian
Serealea
950
Pagagan
Centella asiatica
951
Pakis haji
Cycas rumphii
952
Pakis Rawa
Ceratoptaris thalictroides
953
Paku bening
Lindsaea scandens
954
Paku Ekor Kuda
Equisetum hyemale
955
Paku Pakis Kelabang
Nephrolepis exaltata
956
Paku Sarang burung
Asplenium nidus
957
Pala
Myristica fragrans
958
Palasa
Butea monosperma
959
Palem Ekor ikan
Caryota
960
Palem Gebang
Corypha spp
961
Palem Janggut
Coccothrinax crintia
962
Palem Jepang
Ptychosperma macarthurii
963
Palem Kipas
Livistona chinensis
964
Palem Kuning
Chrysalidocarpus
965
Palem Loreng
Licuala mattanensis
966
Palem Merah
Cyrtostachys lakka
967
Palem Parlor (salon)
Chamaedorea elegans
968
Palem Phoenix
Phoenix
969
Palem Senegal
Phoenix reclimata
970
Palem Weregu
Rhapis excelsa
971
Palma
Palmae
972
Palungpung
Phragmites karka
973
Pancar
Antiaris toxicaria
974
Pandan
Pandanus
975
Pandan Bali
Dracaena draco
976
Pandan Pudak
Pandanus tectorius
977
Pandan Wangi
Pandanus amaryllfolium
978
Panili
Vanilla planifolia
979
Paprika
Capsicum annuum var Grossum
980
Pare
Momordica charantia
981
Pare Ular
Trichosanthes cucumerina
982
Pare welut
Trichosanthes anguina
983
Parsley (Peterseli)
Petroselinum sativum
984
Parsnip
Pastinaca sativa
985
Parthenocissus
Parthenocissus spp
986
Pasak Bumi
Eurycoma longifolia
987
Pasang Iyang
Quercus conocarpa
988
Pasang Simpenu
Quercus cyclophora
989
Pasilan Kalapa
Drynaria rigidula
990
Pathenium argentatum
Parthenium argentatum
991
Patikan Kebo
Euphorbia hirta
992
Pecan
Corya illinoensis
993
Pecut Kuda
Stachitarpheta indica
994
Pedilantus
Pedilanthus
995
Pelargoni
Pelargonum domesticum
996
Pelong
Pentaspadon officinalis
997
Pena Nagasari
Mesua ferea
998
Pepaya
Carica papaya
999
Peperomia
Peperomia obtusifolia
1000
Peperomia ekor tikus
Peperomia elusiaefolia
1001
Perilla
Perilla frutescens
1002
Permot
Passiflora foetida
1003
Persik
Prunus persica
1004
Petai
Parkia speciosa
1005
Petai Cina
Leucaena leucephala
1006
Peterseli
Petroselinum crispum
1007
Petsai
Brassica chinensis
1008
Petunia
Petunia hybrid
1009
Phelum
Phelum pratense
1010
Philadelphus
Philadelphus
1011
Philo Daun Belah (Monesterea)
Monstera deliciosa
1012
Philo Daun Bolong
Monstera obliqua expilata
1013
Philo Lynette
Philodendron lynette
1014
Philo Redwing
Philodendron sp
1015
Philodendron
Phoilodendron sp
1016
Philodendron Rubrum
Philodendron rubrum
1017
Phlox
Phlox sp
1018
Picisan
Cyclophorus numularifolius
1019
Pilea
Pilea sp
1020
Pilin
Cassia nodosa
1021
Pinang
Areca catechu
1022
Pinang Hutan
Areca macrocalyx
1023
Pinang Punai
Elaeocarpus petiolatus
1024
Pinang Raja
Crytostachys lakka
1025
Pinus
Casuarina equisetifolia / Pinus longaeva/Pinus mercusii
1026
Pir
Pyrus communis
1027
Piretrum
Chrysanthemum cinerariaefolium
1028
Pisang
Musa paradisiaca
1029
Pisang
Musa spp
1030
Pisang Badak
Musa nana
1031
Pisang Kapok
Musa x paradisiaca
1032
Pisang Kipas
Ravenala madagascariensis
1033
Pisang Serat
Musa textilis
1034
Pisang Utan
Musa acuminta
1035
Pistachio
Pistacia vera
1036
Pittosporum
Pittosporum
1037
Plam
Prunus domesticum
1038
Plantago
Plantago sp
1039
Platycladus orientalis
Platycladus orientalis
1040
Plumbago
Plumbago
1041
Poa
Poa prasentis
1042
Pohon Bulan
Endospermum malaccense
1043
Pohon Kasuwari
Casuarina nodiflora
1044
Pohon Kupu kupu
Bauhinia acuminata
1045
Pohon kupu-kupu
Bauhinia
1046
Pokak
Solanum torvum
1047
Poko
Mentha arvensis
1048
Poko
Mentha spicata
1049
Poncosudo
Jasminum multiflorum
1050
Populus
Populus
1051
Portulaka
Portulaca grandiflora
1052
Prambos
Rubus spp
1053
Prasman
Eupatorium triplinerve
1054
Primula
Primula obconica
1055
Pring-pringan
Pogonantherum paniceum
1056
Procopis
Procopis juliflora
1057
Pronojiwo
Euchresta horsfieldii
1058
Prosopis
Procopis chilensis
1059
Pseudotsuga
Pseudotsuga menziesii
1060
Pudu
Artocarpus kemando
1061
Pulasan
Nephelium lappaceum
1062
Pule
Alstonia scholaris
1063
Pule Pandak
Rawvolfia serpentina
1064
Pulosari
Alyxia stellata
1065
Pulus
Laportea stimulans
1066
Puring
Codiaeum
1067
Puring
Codiaeum variegatum
1068
Purwoceng
Pimpinella alpina
1069
Putri Malu
Mimosa
1070
Putri Malu
Mimosa pudica
1071
Pyracantha
Pyracantha coccinea
1072
Pyrethrum
Pyrethrum spp
1073
Raflesia
Rafflesia arnoldi
1074
Rambutan
Nephelium lappaceum
1075
Rami
Boehmeria nivea
1076
Randa
Randia macrophylla
1077
Randu
Ceiba petandra
1078
Randu alas
Bombaxma labaricum
1079
Ranti
Solanum nigrum
1080
Rape
Brassica napus var. napus
1081
Rasamala
Altingia exelsa Norona
1082
Rebah Bangun
Mimosa invisa
1083
Remek Daging
Hemigraphis alternata
1084
Renghas
Gluta renghas
1085
Resam lumut
Cheilantes tennisfolia
1086
Rhododendron
Rohododendron
1087
Rhynchelytrum rapens
Rhynchelytrum rapens
1088
Ribes
Ribes
1089
Rollinia mucosa
Rollinia mucosa
1090
Rosela
Hibiscus sabdariffa
1091
Rotan Irit
Calamus trachycoleus
1092
Rotan Lilin
Calamus javensis
1093
Rotan Manan
Calamus manan
1094
Rotan Sega
Calamus caesius
1095
Rotan Tikus
Plectocomia elongata
1096
Rubi
Rubiaceae
1097
Rubra
Cordyline sp
1098
Rudbeckia laciniata
Rudbeckia laciniata
1099
Rukem
Flacourtia indica
1100
Ruku-ruku
Ocimum sanctum
1101
Rumbia
Metreoxylon rumphii
1102
Rumbut Balungan
Panicum repens
1103
Rumput air
Poa annua
1104
Rumput Angin
Spinifex littoreus
1105
Rumput Asinan
Paspalum vaginatum
1106
Rumput Australi
Paspalum dilatatum
1107
Rumput Babi
Leptaspis urceolata
1108
Rumput Bajra
Pennisetum glaucum
1109
Rumput Bajra
Pennisetum purpureum
1110
Rumput Bebek
Echinochloa sp
1111
Rumput Belang
Zebrina pendula
1112
Rumput Belulang (Jampang)
Eleusine indica
1113
Rumput Benggala
Panicum maximum
1114
Rumput Bulu Merak
Schizaea dichotoma
1115
Rumput Dum
Diaffenbachia
1116
Rumput Gajah
Penisetum purpureum
1117
Rumput Grinting
Cynodon dactylon
1118
Rumput Jampang
Artocarpus elasticus
1119
Rumput Jampang
Digitaria sp
1120
Rumput Jarum
Chrysopogon aciculata
1121
Rumput Jejarongan
Chloris barbata
1122
Rumput Kerbau
Paspalaum conyugatum
1123
Rumput Laut
gracilaria sp
1124
Rumput Malela (Malela)
Brachiaria sp
1125
Rumput Mutiara
Hedyotis corymbosa
1126
Rumput Natal
Rhynchelytrum roseum
1127
Rumput Pait
Axonopus compresus
1128
Rumput Panicum
Panicum maximum
1129
Rumput Paspalum
Paspalum
1130
Rumput Payung
Cyperus papyrus
1131
Rumput Peking
Zuysia matrela
1132
Rumput Pelargoni (Pelargoni)
Pelargonium
1133
Ruta
Ruta graviolens
1134
Sadu
Melia indica
1135
Saga Hutan
Adenanthera microsperma
1136
Saga Manis
Abrus precatorius
1137
Sagu
Metroxylon sago
1138
Salada Air
Nasturtium officinale
1139
Salak
Salacca edulis
1140
Salam
Eugenia aperculata
1141
Salamandar
Grevillea robusta
1142
Salangi
Samadera indica
1143
Salix
Salix sp
1144
Sambiloto
Andrographis paniculata
1145
San chang
Dillenia Pentagyna
1146
Sancang
Phemna microphylia
1147
Sangitan
Sambucus javanica
1148
Sangket
Basilicum polystachyon
1149
Sangketan
Heliotropium indicum
1150
Sangkir
Homonoia riparia
1151
Sansevieria Lidah mertua
Sansevieria trifasciata
1152
Sansevieria Silindris
Sansevieria cylindrica
1153
Santigi
Phempis acidula
1154
Sapratu
Sindora sumatrana
1155
Saraka
Saraca indica
1156
Sarang Semut
Myrmecodia sp
1157
Sarang Semut Irian
Myrmecodia tuberosa
1158
Saray
Caryota mitis
1159
Sawi Hijau
Brassica campestris
1160
Sawi Putih
Brassica juncea
1161
Sawi Tanah
Nasturtium indicum
1162
Sawo
Zapota
1163
Sawo Duren
Crateva religiosa
1164
Sawo hijau
Chrysophyllum
1165
Sawo Kecik
Manilkara kauki/ M. Achras
1166
Sawo Malaysia
Achras zapota
1167
Sawo Manila
Achras zapota var depressa
1168
Sawo Putih Pulu
Pisonia sylvestris
1169
Scabiosa
Scabiosa atropurpurea
1170
Sciadopitys
Sciadopitys verticillata
1171
Scorzonera hispanica
Scorzonera hispanica
1172
Secang
Caesalpinia sappan
1173
Sedap Malam
Polianthes tuberose
1174
Sedum
Sedum morgalnianum
1175
Selada
Lactuca sativa
1176
Selada Air
Pistia stratiotes
1177
Selar makan
Guettarda speciosa
1178
Selasihan
Cinnamomum parthenoxylon
1179
Seledri
Apium graviolens
1180
Semanggi
Hydrocotyle sibthorpioides
1181
Semangka
Citrulus vulgaris
1182
Sembukan
Paedaria foetida
1183
Sembung
Blumea balsamifera
1184
Sembung Gilang
Vernonia arborea
1185
Seminai
Madhuca utilis
1186
Sempur
Dillenia exelsa
1187
Sempur Cai
Dillenia indica
1188
Sena
Cassia angustifolia
1189
Sendokan
Palntago mayor
1190
Sendudok
Melastoma malabathricum
1191
Senecio
Senecio cruentus
1192
Senggugu
Clerodendron serratum
1193
Sengon Buto
Enterolobium cyclocarpum
1194
Sengon Laut
Albizia falcataria
1195
Senkam
Glochideon laevigatum
1196
Sente
Alocasia macrorhiza
1197
Sequen
Sequoia sempervirens
1198
Serai Wangi
Cymbopogon citratus
1199
Serei
Cymbopogon nardus
1200
Serisa
Serissa foetida
1201
Seruni
Chrysanthemum indicum
1202
Serut
Streblus asper
1203
Sesudu
Euphorbia antiquorum
1204
Seteria
Seteria qlaucea
1205
Sidaguri
Sida rhombifolia / S retusa
1206
Sikas
Cycas revoluta
1207
Simambu
Calamus scipionum
1208
Simbar Menjangan
Platicerium sp
1209
Sinapsis
Sinapsis alba
1210
Sindur
Sindora javanica
1211
Singkong Karet
Manihot glaziovii
1212
Sireh Ayer
Piper miniatum
1213
Sirih
Piper Betle
1214
Sirih Belanda
Scindapsus
1215
Sirih merah
Piper crocatum
1216
Sirsak
Annona muricata
1217
Sisal
Agave sisalana
1218
Sisik Betok
Desmodium triflorum
1219
Sisik Naga
Drymoglosum piloselloides
1220
Siur
Xanthophyllum lanceatum
1221
Skila
Scilla
1222
Slada Air
Rorripa nasturtium
1223
Soga
Pettophorum inerme
1224
Soka
Ixora paludosa
1225
Solidago
Solidago canadanensis
1226
Song of India
Pleomele
1227
Sono
Dalbergia latifolia
1228
Sono Keling
Dalbergia pinnata
1229
Sorbus
Sorbus americana
1230
Sorgum
Sorgum bicolor
1231
Sorgum
Sorgum halepense
1232
Sosor Bebek
Kalanchoe pinnata
1233
Spartium junceum
Spartium junceum
1234
Spathiphyllum
Spathiphylum sp
1235
Spinacia oleracea
Spinacia oleracea
1236
Spiraeae
Spiraeae vanhouttei
1237
Sri Rejeki
Diaffenbachia
1238
Srigading
Nyctanthes arbor-tristis
1239
Srikaya
Annona squamosa
1240
Srikaya Australia
Anonna atemoya
1241
Srikonta
Acacia farnesiana
1242
Stapelia
Stapelia
1243
Stefanot Putih
Stephanotis floribunda
1244
Stroberi
Fragaria vesca
1245
Subeng-subeng
Scaevolia frutescens
1246
Suji
Pleomele angustifolia
1247
Sukun
Artocarpus communis
1248
Sumatera Sentul
Enhalus acoroides
1249
Sungsang
Gloriosa superba
1250
Suplir
Adiatum sp
1251
Suren
Toona sureni
1252
Surveg
Amorphopalus bulbifer
1253
Suweg
Amorphopalus companulatus
1254
Taban
Baccaurea reticulata
1255
Tabat Barita
Ficus deltoidea
1256
Tagetes (telekan)
Tagetes erecta
1257
Talas
Colocasia esculenta
1258
Tali Kuning
Arcangelisca flava
1259
Tali Putri
Cassytha filiformis
1260
Talok
Muntingia calabura
1261
Tampang
Artocarpus bornensis
1262
Tangkalak
Litsea sebifera
1263
Tangkalak terindak
Isoptera borneensis
1264
Tanglin
Saraca thaipingensis
1265
Tanjung
Mimosops elengi
1266
Tapak Dara
Vinca rosea
1267
Tapak Hantu
Trevesia chelrantha
1268
Tapak Liman
Elephantopus scaber
1269
Tarum
Indigofera suffruticosa
1270
Tebu
Saccharum officinale
1271
Teh
Camellia sinensis
1272
Teh Kembang
Matricaria Chamomilla
1273
Teki
Cyperus roduntus
1274
Teki Laut
Cyperus longus
1275
Tekik
Albizzia lebbeck
1276
Telang
Clitoria ternatea
1277
Telekan (tagetes)
Tagetes patula
1278
Tembakau
Nicotiana tabacum
1279
Tempayang
Firmiana affinis
1280
Tempuyung
Sonchus arvensis
1281
Temu Giring
Curcuma heyneanae
1282
Temu Hitam
Curcuma aeruginosa
1283
Temu Kunci
Boesenbergia pandurata
1284
Temu Lawak
Curcuma xanthorrhizae
1285
Temu Putih
Kaempferia rotundra
1286
Tengkawang tungkil
Shorea stenoptera
1287
Teratai
Neliumbium nucifera
1288
Teratai Gunung
Gunnera macrophylla
1289
Teratai Raksasa
Victoria amazonia
1290
Terebak
Rhinacanthus nasutus
1291
Terong
Solanum melongenae
1292
Terong kuning
Solanum quitoense
1293
Terung Belanda
Cyphomandra betacea
1294
Terung Cina
Solanum macrocarpon
1295
Terung Jepang
Solanum melongena var Esculentum
1296
Terung Susu
Solanum mammosum
1297
Thyme
Thymus vulgaris
1298
Timun Tahil
Randia spinosa
1299
Tomat
Lycopersicon esculentum
1300
Tongkeng
Telosma cordata
1301
Trangguli (Kayu Raja)
Cassia fistula
1302
Trembesi
Samanea saman
1303
Trengguli
Cassia javanica
1304
Trenggulum
Protium javanicum
1305
Tuba
Derris eliptica
1306
Tulip
Spathodea campanulata
1307
Turi
Sesbania grandiflora
1308
Turnip
Brassica rapa
1309
Ubi Jalar
Ipomoea batata
1310
Ubi Kayu
Manihot esculenta
1311
Ubi Kayu
Manihot utilisima
1312
Ubi kelapa
Dioscorea alata
1313
Urang-aring
Eclipta alba
1314
Violet
Violces
1315
Violet (Bunga)
Viola odorata
1316
Walisongo
Schefflera actinophylla
1317
Walisongo varigata
Schefflera variegata
1318
Walnut
Juglans
1319
Walnut Aquatica
Juglans aquatica
1320
Walnut Cinerea
Juglans cinerea
1321
Walnut Hitam
Juglans nigra
1322
Walnut Inggris
Juglans regia
1323
Walnut Mayor
Juglans major
1324
Wareng
Gmelina elliptica
1325
Waru
Hibiscus tiliaceus
1326
Waru landak
Hibiscus mutabilis
1327
Wewean
Monochoria hastata
1328
White Walnut
Juglans cinerea
1329
Widuri
Calotropis gigantea
1330
Wijayakusuma
Epiphyllum oxypetalum
1331
Wijen
Sesamum indicum
1332
Wortel
Daucus carota
1333
Yakon
Smallanthus sonchifolius
1334
Yuka
Yucca aloifolia
1335
Zaitun
Olea europea
1336
Zebrina
Zebrina pendula / Cyanotis vittata Selengkapnya...